KEDIRI – Dua puluh enam tahun bukan waktu yang singkat bagi Kukuh untuk mempertahankan Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh di Jalan Panjaitan, Kota Kediri.
Dari usaha yang dirintis sejak 2000, ia terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan warungnya dengan memanfaatkan akses pembiayaan untuk kebutuhan produktif.
Salah satu dukungan yang diterimanya berasal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Kukuh awalnya memperoleh pembiayaan senilai Rp20 juta melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri.
Dana tersebut digunakan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan usaha, mulai dari pengadaan etalase, pembaruan alat penggorengan hingga memperbaiki tampilan warung. Dalam perjalanannya, pembiayaan yang diterima kemudian meningkat hingga Rp50 juta seiring perkembangan usahanya.
“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp20 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp50 juta. Warung saya bisa ramai seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” ujar Kukuh.
Pengalaman Kukuh menjadi salah satu cerita dari ribuan pelaku usaha yang memanfaatkan KUR BRI di wilayah Kediri. Hingga Agustus 2026, BRI Branch Office Kediri telah menyalurkan KUR lebih dari Rp1,05 triliun kepada lebih dari 22 ribu nasabah.
Penyaluran tersebut tidak hanya menyasar satu jenis usaha. Lebih dari 50 persen portofolio KUR BRI Kediri terserap pada sektor pertanian dan perdagangan, yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
BRI menilai akses pembiayaan bagi UMKM perlu dibarengi dengan pendampingan. Langkah tersebut dimaksudkan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga mampu mengelola pembiayaan secara produktif dan bertanggung jawab.
Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, perkembangan usaha Kukuh menunjukkan pentingnya akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.
“Kisah Pak Kukuh menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Adi.
Menurutnya, penyaluran KUR kepada puluhan ribu nasabah merupakan bagian dari komitmen BRI Kediri dalam memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor produktif.
“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Pak Kukuh yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambah Adi.
Kisah Kukuh memperlihatkan bagaimana sebuah usaha yang dirintis secara sederhana dapat terus berjalan melalui proses pengembangan yang bertahap. Dari kebutuhan memperbaiki peralatan hingga memperkuat kapasitas warung, pembiayaan menjadi salah satu instrumen yang dimanfaatkan untuk menopang keberlangsungan usaha.
Di tengah geliat UMKM di Kediri, penyaluran KUR tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses permodalan bagi masyarakat.
Harapannya, semakin banyak pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis secara sehat, menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus memperkuat perekonomian di lingkungan sekitarnya.
