Pasuruan, Potretwarta.com – Seorang tahanan kasus narkotika dilaporkan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (23/6/2026). Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap sistem pengamanan dan pengawasan di lingkungan lapas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahanan tersebut diduga berhasil keluar dari area tahanan dengan memanjat tembok lapas sebelum melompat ke luar dan melarikan diri. Keberhasilannya kabur menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan petugas serta kondisi keamanan di dalam lapas.
Seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku sempat melihat seorang pria berpakaian hitam berada di luar area lapas pada saat kejadian berlangsung. Namun, saat itu ia tidak mengetahui bahwa pria tersebut diduga merupakan tahanan yang melarikan diri.
“Memang ada laki-laki memakai baju hitam saat kejadian menyapa saya, namun saya tidak tahu kalau ia seorang tahanan,” ujar warga tersebut, sebagaimana dikutip dari Metropagi.id, Rabu (24/6/2026).
Informasi mengenai kaburnya tahanan itu baru diketahui setelah petugas melakukan apel siang. Saat pengecekan jumlah penghuni, salah seorang tahanan diketahui tidak berada di tempat.
“Salah seorang petugas bilang kalau ada tahanan yang kabur dari rutan,” kata warga tersebut.
Insiden tersebut mendorong munculnya desakan agar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengamanan di Lapas Bangil. Evaluasi dinilai penting untuk mengungkap penyebab kaburnya tahanan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian petugas maupun celah keamanan yang dimanfaatkan.
Selain itu, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI juga didorong melakukan evaluasi terhadap jajaran petugas yang bertugas saat kejadian. Kaburnya tahanan dari dalam lapas dinilai dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Bangil, Aditya Bayu, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun langkah yang telah dilakukan setelah insiden tersebut.
Sementara itu, Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, membenarkan adanya tahanan kasus narkoba yang melarikan diri dari dalam lapas. Menurutnya, tahanan tersebut berhasil keluar dengan cara memanjat tembok area tahanan sebelum melompat dan kabur dari lingkungan lapas.
Pihak lapas saat ini masih melakukan upaya pencarian serta penelusuran lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
